Tepung Terigu Tetap Aman Meski Berkutu

Kutu merpakan keliru satu hama yang menggangu tanaman atau bahan pangan sehari-hari. Kutu puas bersama dengan beras, termasuk sering tersedia di tepung terigu. Kebanyakan orang menilai jika kutu di tepung itu berarti kualiatasnya tidak bagus sebab udah tercemar. Padahal, tidak begitu.

Sales Operation & Support Manager PT Sriboga Flour Mill, Panca Indria Pristiawan, mengatakan, sebenarnya secara alami, tepung terigu udah tersedia kutu, dan tidak dapat mengakibatkan kerusakan mutu tepung itu karena ulat tepung terigu.

 

“Kalau tersedia kutu di tepung terigu ya sebenarnya nggak apa. Bukan sebab busuk, tetapi sebenarnya prosesnya begitu. Nggak mengakibatkan kerusakan kualitas, jika yang udah banyak itu baru bahaya,” jelasnya
Lanjut Panca, di pabrik Sriboga udah tersedia sistem untuk memahami potensi telur kutu yang tersedia dalam tepung.

“Ada sistem namanya pemecahan telur, pengayakan, dan termasuk injek nitrogen. Dimana, itu sebagai cara untuk menahan telur-telur itu tidak pecah dan jadi kutu. Karena oksigen yang di dalam sistem itu tidak memicu telur itu beralih jadi kutu,” ungkapnya.

 

Jadi jika selamanya tersedia kutu di dalam tepung terigu, dapat jadi tersedia dua kemungkinan. Bisa jadi sebab alat sistem pemecahan rusak, atau kemasan dalam gudang termasuk rusak.

“Misalnya tersedia tepung berceceran di gudang, itu dapat saja berpotensi kutu jadi banyak di tepung terigu di dalam kemasannya. Karena ulat tidak dapat menembus kemasan. Kalau kutu bisa. Jadi intinya, jika ulat itu bukan sebab busuk. Kalau daging kan dapat dibilang busuk, tepung terigu nggak gitu, jadi aman saja. Kecuali, dalam kuantitas yang banyak,” pungkasnya.