November 28, 2022

Makna dan Harapan di Balik Setiap Proses Siraman Pernikahan Adat Jawa

3 min read

Siraman Pernikahan Adat Jawa – Kerja siraman dalam pernikahan adat Jawa kongkretnya memiliki segudang makna. Mungkin banyak dari Anda yang berdaya upaya bahwa masyarakat Jawa terlalu sering menyelipkan makna ke dalam setiap ritualnya. Pun hingga terkesan dipaksakan. Beraneka nafas dan gerak memiliki makna dan filosofi di baliknya. Melainkan faktanya—sadar atau tak—banyak filosofi dan makna dalam adat istiadat Jawa yang masih memiliki detak riil dan aktual.

Siraman Pernikahan Adat Jawa

Termasuk juga proses siraman. Bermula sebagai prosesi yang sakral, hingga sekarang berevolusi menjadi perhelatan yang dibagikan di media sosial karena memasarkan dari segi keindahan. Melainkan demikian, makna siraman dalam pernikahan Jawa masih belum kehilangan esensinya. Sebelum kita terjun ke jutaan makna pengerjaan siraman ini, ada pantasnya kita mengenal dulu, apa itu pengerjaan siraman itu sendiri?

Mengenal adat istiadat siraman

Siraman berasal dari kata siram, yang artinya mengguyur atau mandi. Umumnya ritual siraman ini dikerjakan sehari sebelum pelaksanaan ijab kabul. Meski mandi yakni aktivitas yang lazim dilakukan sehari-hari, namun tujuannya dengan siraman agak berbeda.

Dalam keseharian, mandi bertujuan untuk membersihkan kotoran yang melekat di badan supaya bersih kembali. Berbeda dengan mandi biasa, siraman dalam upacara pengantin adat Jawa memiliki makna untuk membersihkan jiwa dari noda dan dosa serta seluruh sifat yang kurang baik. Selain itu, siraman juga bertujuan untuk membersihkan seluruh gangguan agar di pelaksanaan pernikahan selanjutnya tidak ada halangan. Semua dilaksanakan dengan tujuan agar kedua pengantin dapat memulai hidup baru dalam situasi yang suci dan bersih.

Jikalau dipandang manfaatnya secara rasional, siraman juga mempunyai pengaruh jasmaniah yang positif. Badan yang lemas akan menjadi segar sebab terkena siraman air, indera penciuman dimanjakan dengan wangi-wangi bunga sritaman, dan masih banyak lagi.

Makna dan simbol dalam proses siraman adat Jawa

Siraman atau mandi dalam prosesi pernikahan adat Jawa mempunyai makna untuk menyegarkan badan. Melainkan selain menyegarkan, siraman juga mempunyai tujuan untuk menyiapkan dan menyegarkan jiwa untuk melangkah pada kehidupan yang baru.

Pelaku siraman, atau yang memandikan, umumnya dipilih dari para sesepuh atau anggota keluarga yang dianggap layak. Dikala memilih sesepuh malahan dipilih sesepuh yang masih bersuami/istri, bukan yang duda/janda. Tujuannya agar perkawinannya panjang usia sepantasnya pelaku siraman. Pelaku siraman yang dipilih juga ialah sosok yang dianggap sukses dalam hidupnya, dengan kemauan agar menjadi contoh dan dicontoh jejaknya oleh pengantin baru.

Ritual siraman ini juga memiliki banyak sesajen dan printhilan yang memiliki makna yang unik. Contohnya seperti jajanan pasar, pisang raja, air siraman, bunga sritaman, dan lain-lain. harga paket siraman pernikahan blitar

Makna adanya jajanan pasar dalam pengerjaan siraman adat Jawa merupakan sebagai simbol pengingat akan kehidupan dunia, serta lambang kekerabatan manusia dan silaturahmi.

Kecuali itu, adanya pisang raja dalam sesajen ketika siraman menjadi simbol supaya mempelai mempunyai sifat seperti raja yang adil, berbudi luhur, dan menepati komitmen. Kecuali itu pisang juga memiliki filosofi bisa hidup dan tumbuh di mana saja, dan segala komponen pisang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Harapannya, kedua mempelai bisa mudah mengikuti keadaan dan dapat bermanfaat bagi lingkungannya. Lazimnya dipilih pisang raja ayu yang sudah masak, supaya mempelai tumbuh memiliki pemikiran yang matang dan dewasa.

Kemudian air siraman yang diambil dari 7 mata air yaitu lambang hidup yang saling menolong. Tujuh dalam bahasa Jawa ialah pitu, dan pertolongan merupakan pitulungan. Dalam air siraman ini nanti ditebar bunga sritaman, yaitu bunga mawar, melati, dan kenanga. harga paket siraman pernikahan

Bunga melati, memiliki makna melad saka jero ati, yang artinya ketulusan dalam berucap dan berbicara, dari hati nurani yang paling dalam. Bunga kenanga, memiliki makna keneng-e, yang artinya gapailah. Bunga mawar, mempunyai makna mawi arsa, yang artinya dengan kehendak atau niat.

Masih banyak lagi makna dalam ritual siraman prosesi pernikahan adat Jawa. Tidakkah menjadi sesuatu yang menawan jikalau semua kemauan dan makna ini tercapai dan diamalkan dengan maksimal dalam kehidupan rumah tangga?

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.