November 28, 2022

Sengketa Tanah Hitumesing di Waiheru Ambon

2 min read

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku diminta untuk tidak mengintervensi kasus lahan di Desa Waiheru antara keluarga Nasela dan Assel. Ini sesudah Pemrov muncul ikut campur saat pengukuran tanah mempunyai masalah selanjutnya atas permintaan keluarga Assel.

“Ini ada apa. Pemrov tidak punya hak menyatakan jikalau tanah itu milik keluarga Assel. Pemrov bilang sesuai putusan pengadilan, emang putusan pengadilan yang mana yang bilang jikalau tanah itu milik keluarga Assel?,” heran Kepala Dati Nusahuul, Abdul Kadir Nasela kepada wartawan.

Objek tanah sengketa berada terhadap bekas Perusahaan Perkebunan XXVIII, milik negara. Tepatnya di belakang SMA Negeri Siwalima. Tanah itu punya luas 70 Ha dan berada terhadap Dati Nusahuul, bukan Samalsela sebagaimana dianggap keluarga Assel dan dibenarkan Pemrov Maluku.

Kedua Dati tersebut, jadi Dade, sapaan Abdul Kadir, mengaku merupakan petuanannya Negeri Hitumesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. “Tanah ini sekarang masuk wilayah administrasi Desa Waiheru di Kota Ambon,” jelasnya.
Dade menyesalkan terdapatnya keterlibatan Pemrov Maluku saat pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, siang tadi. “Kenapa sampai Pemrov singgah saat pengukuran tanah. Padahal surat penolakan pengukuran telah kami sampaikan kepada BPN disertai bukti-bukti kepemilikan lahan itu terhadap 29 Juli 2020 lalu,” sesalnya.

Bahkan, lanjut dia, surat penolakan jasa pengukuran yang tembusannya kepada Kepala Desa Waiheru, telah direspon positif. Di mana, Kepala Desa kemudian mengeluarkan surat pembatalan rancangan pengukuran tanah selanjutnya yang mengatasnamakan tanah Dusun Dati Samalsela, milik marga Assel atas nama Idris Assel, Muhamad Saleh Assel, Narti Kajeng, Jiba Rumattela, Normawati dan lain lain.

“Rencananya besok kami dapat ke Pengadilan Negeri Ambon untuk bertanya putusan perkara yang mana yang memenangkan keluarga Assel atas lahan tersebut. Soalnya Pemrov bilang dasarnya putusan pengadilan. Makanya kami senang bertanya putusan yang mana sampai Pemrov bilang tanah itu punya keluarga Assel di dalam surat keterangan status tanah tersebut,” jelasnya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.