Sejarah Geografi Dari Masa Ke Masa

Geografi Classic

Pengetahuan mengenai geografi sudah dikenali semenjak jaman Yunani Kuno. Pada periode itu, mitologi masih memberinya pengaruh banyak pada pengetahuan mengenai bumi. Dampak mitologi menyusut sesudah pengetahuan alam mulai tumbuh semenjak era keenam SM. Dasar pengetahuan alam dan pengetahuan tentu mulai membuat pengetahuan mengenai bumi. Penyidikan mengenai bumi mulai manfaatkan nalar.

Pada periode saat sebelum masehi, beberapa filsuf dan sejarawan jadi pembentuk penglihatan dan memahami mengenai geografi. Keterangan-penjelasan mengenai geografi masih memiliki sifat riwayat, sedang keterangan mengenai riwayat memiliki sifat geografi. Disamping itu, tulisan mengenai pembikinan peta bumi atau lukisan terbatas pada beberapa daerah tertentu. Pada periode saat sebelum masehi, pengetahuan geografi cuman dikasih ke beberapa hal yang bisa diukur memakai pengetahuan matematika.

Keterangan mengenai ruangan dari muka bumi mayoritas dilukiskan oleh beberapa wisatawan. Ide yang diberi dilandasi oleh peristiwa monumental yang dirasakan langsung atau lewat penilaian langsung. Disamping itu, keterangan geografi mulai mengulas mengenai tanda-tanda dan beberapa ciri alam dan manusia sebagai penghuni alam. Keterangan yang diberi oleh beberapa wisatawan masih memiliki sifat memperbandingkan wilayah asal mereka dan wilayah yang lain mempunyai ketidaksamaan yang terang.

Geografi Abad Pertengahan

Di akhir era tengah, keterangan-penjelasan mengenai geografi masih berbentuk hasil laporan perjalanan. Laporan ini terdiri jadi laporan perjalanan darat dan laporan perjalanan laut. Pengetahuan mengenai geografi didapat dari catatan perjalanan dari beberapa pedagang yang lakukan perdagangan antarnegara dan antarbenua. Disamping itu, pengetahuan geografi didapat lewat beberapa pasukan perang yang lakukan pengembangan ke daerah negara atau kerajaan lain.

Catatan perjalanan darat yang cukup memberinya banyak info mengenai geografi ialah catatan perjalanan Lewat Appia. Catatan ini menerangkan mengenai lajur perjalanan darat di antara Roma dan Capua di tahun 950 M. Catatan yang lain memberikan info mengenai geografi ialah catatan perjalanan Lajur Sutra. Catata ini menerangkan mengenai lajur perjalanan darat dari Tiongkok sampai ke Timur tengah pada periode era tengah. Catatan-catatan perjalanan ini selanjutnya ditebarluaskan ke beragam negara atau kerajaan, hingga terjadi beragam aktivitas yang mempunyai tujuan untuk mendapati daerah baru yang belum dikenali sama sekalipun.

Geografi Masa Renaisans

Pada periode renaisans, pengetahuan geografi alami perubahan cepat karena ada pergerakan penyempurnaan di bagian seni dan filsafat. Mmunculnya memahami protestanisme jadi pemicu mengembangnya pengetahuan geografi yang terkait dengan humanisme dalam agama. Beberapa sarjana mendapat kelonggaran dalam menyampaikan gagasannya mengenai kondisi dunia. Beberapa wisatawan tidak kembali cuman ingi ketahui kondisi geografi secara fisik, tapi mempunyai arah-tujuan tertentu dalam perjalanannya. Beberapa wisatawan berusaha untuk mendapati wilayah baru yang bisa memberinya sumber keuntungan secara ekonomi.

Penelusuran keuntungan ini dilaksanakan dengan membuat wilayah koloni atau lakukan perdagangan. Beberapa wisatawan mempunyai arah yang terkait dengan keagamaan. Sekalian berdagang atau membuat koloni, mereka menebarkan agama yang dipercayanya ke beberapa daerah baru. Arah ini dipandang seperti pekerjaan suci dalam rencana peningkatan tuntunan agama. Disamping itu, pengetahuan mengenai daerah baru dapat didapat karena ada peperangan. Kemauan untuk cari keuntungan ekonomi dan penebaran agama bisa memunculkan perselisihan sosial pada beragam kebutuhan-kepentingan yang lain. Ketidaksamaan kebutuhan ini selanjutnya memunculkan perselisihan yang memacu berlangsungnya peperangan untuk merebutkan dampak kekuasaan.

Karakter penulisan geografi masih memiliki sifat preskriptif walau penemuan geografi sudah dilaksanakan dengan arah-tujuan ekonomi, agama, dan kekuasaan. Disamping itu, keterangan-penjelasan yang diberi belum dicatat dengan memerhatikan tanda-tanda yang teramati. Beberapa wisatawan lakukan perjalanan menelusuri wilayah baru untuk dijadikan penjelajahan. Hasil penjelajahan itu selanjutnya dipakai untuk menambahkan pengetahuan mengenai bumi. Pada periode ini terjadi perubahan cepat mengenai ide geografi yang memiliki sifat matematis. Beberapa sarjana mulai mendapat kelonggaran karena dampak gereja mulai menyusut.

Beberapa sarjana di bagian pengetahuan alam mulai mendapat penemuan-penemuan yang berlawanan dengan tafsir gereja pada Alkitab. Pengetahuan geografi mulai didalami secara dalam semenjak ada penemuan-penemuan oleh beberapa sarjana pengetahuan alam era ke-17 M. Beberapa tokoh yang punya pengaruh yakni Isaac Newton (1629-1695), Robert Boyle (1627-1691), dan Christiaan Huygens (1629-1695). Warga mulai pelajari beberapa gejala yang terkait dengan gunung dan pegunungan, arus laut, dan angin. Geografi masih dihubungkan dengan riwayat dan astronomi sampai era ke-18 M. Disamping itu, pemaknaan geografi masih memiliki sifat simpel dan cuman diartika sebagai pengetahuan mengenai bumi.

Geografi Modern

Di akhir era ke-18 M, mulai tumbuh penglihatan mengenai geografi sebagai satu disiplin ilmiah. Disamping itu, geografi mulai dilihat sebagai pengetahuan yang bisa digunakan secara ringkas. Kebalikannya, memahami mengenai geografi manusia alami kemerosotan di kelompok beberapa sarjana pada periode awalnya dan tengah era ke-19 M. Kemerosotan pengetahuan terjadi di Eropa Barat, terutamanya di Inggris dan Berlin.

Di Inggris, pengetahuan mengenai geografi manusia tidak berkembang sesudah Alexander Maconochie memundurkan diri dari kerjanya sebagai periset geografi manusia. Di Kampus Berlin, geografi manusia tidak alami perubahan. Pemicunya ialah tidak ada penerus dari periset geografi namanya Carl Ritter yang meninggal dunia di tahun 1859. Di akhir era ke-19 M, pengetahuan mengenai geografi lebih dipusatkan ke pengetahuan geologi dan sistem ilmiah yang terkait dengan geologi. Pengkajian yang sudah dilakukan lebih memprioritaskan mengenai cuaca, tumbuhan, dan hewan, dan rentang alam.

Di Amerika Serikat, pengetahuan geografi alami perubahan cepat di kelompok periset pengetahuan aplikasi. Rentang alam dan sumber daya air mulai didalami oleh John Wesley Powell (1834-1902). Pengetahuan ini selanjutnya dipakai untuk ketahui pemakaian tanah pada sebuah tempat dengan sebagus-baiknya. Pelestarian sumber daya mulai jadi perhatian dan ditelaah oleh George Perkins Marsh (1801-1882). Marsh menyampaikan penglihatannya mengenai pelestarian sumber daya dalam pendahuluan bukunya yang dengan judul Man and Nature, or Physical Geography as Modified by Human Action (1864). Marsh meningkatkan pertimbangan Alexander von Humboldt dan Ritter untuk menyampaikan pikirannya mengenai dampak manusia pada kerusakan alam.

Geografi Mutakhir

Pada tengah era ke-20 M. beberapa iilmuwan geografi mulai mempelajari geografi dengan memakai analitis spasial. Pusat pengkajian geografi ada dalam ranah deskripsi dan sintesis faktor fisik dan sosial satu daerah. Beberapa pakar geografi selanjutnya memakai pengetahuan matematis jalinan spasial untuk mendapat wacana baru mengenai geografi. terutamanya lokasi geografis kota dan interaksinya. Disamping itu, terjadi perubahan dalam geografi manusia. Penyidikan mengenai geografi manusi tidak mempunyai arah tertentu tetapi memakai riset ilmiah. Pendekatan yang dipakai dalam mempelajari adalah teori-teori ekonomi neoklasik dengan ide marxisme, feminisme, pascakolonialisme dan post-modernisme.

Pada periode ini, geografi sudah dipakai untuk menuntaskan beragam permasalahan yang ditemui oleh manusia. Geografi sebagai sektor keilmuan selanjutnya mulai dipadukan dengan beragam disiplin ilmiah yang lain. Disamping itu, riset geografi sudah menggunakan sistem statistik dan sistem kuantitatif dan manfaatkan pemakaian perangkat computer untuk memproses dan menganalisis data.

Penyediaan data geografi sudah memakai citra satelit hingga info yang didapat jadi lebih pas dan tepat. Pemakaian citra satelit dalam pengkajian riset geografi dipelopori oleh beberapa geograf Amerika Serikat dan Swedia di tahun 1960 dengan mengaplikasikan sistem kuantitatif. Citra satelit dipakai pada geografi fisik dan cabang geografi yang lain dengan kontribusi perangkat computer. Pemakaian citra satelit ini selanjutnya diaplikasikan di beberapa negara maju.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/