August 15, 2022

Pachinko, Drama 4 Generasi dari Novel Lee Min Jin

3 min read

Pachinko yang tayang langsung 3 eps di penayangan perdananya pada tanggal 25 Maret 2022 yang lalu di Apple TV.

Semua penonton menyayangkan bahwa karakter Lee Min Ho di drama ini yang menjadi f*kboi, yang hanya mau ambil enaknya doank, pas dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, karena sang cewek hamidun, dia menolak dengan mengatakan hal-hal buruk mengenai ayahnya dan khawatir anaknya akan cacat seperti Ayah dari sang wanita tersebut.

 

Wah, beneran kisahnya sedih banget sih yaa..
Apalagi drama Pachinko ini menghadirkan kisah 4 generasi sekaligus!

Bayangin gak, gimana pusingnya penonton karena mondar-mandir dari tahun ke tahun mengikuti nasib keturunan keluarga Sunja dan hubungannya dengan orang Jepang dan Korea. Simak dulu yuk, sinopsis Pachinko berikut ini. Let’s get it~

Drama Korea Pachinko (2022)

Sinopsis Ending Drama Pachinko Novel Lee Min Jin
Poster Pachinko Korean Drama

Profil Drama

Judul : Pachinko
(Pachinko / 파친코)

 

Rekomendasi streaming disini : boscinema semi

Sutradara : Kogonada, Justin Chon
Penulis Drama : Soo Hugh
Penulis Novel : Lee Min-Jin

Pemeran Utama Drama Pachinko:

Kim Min-Ha sebagai Kim Sun-Ja
Jin Ha sebagai Baek Solomon
Lee Min-Ho sebagai Koh Han-Su
Youn Yuh-Jung sebagai Kim Sun-Ja

Pemeran Pendukung Drama Pachinko:

Jeong In-Ji sebagai Yang Jin (Ibu Sunja)
Lee Dae-Ho sebagai Hoon (Ayah Sunja)
Yu-Na sebagai Sunja masa kecil
Noh Sang-Hyun sebagai Baek Isak

Genre : Drama, Historical

Network : Apple TV
Episode : 8

Release Date : March 25 – April 29, 2022
Setiap hari Jum’at

Sinopsis Drama Pachinko (2022)

Drama Pachinko adalah drama yang bersetting tahun 1915-1925 dengan kondisi saat itu Korea sedang diinvasi oleh Jepang dan Jepang mengharuskan banyak keluarga untuk menjual tanahnya dan pindah keluar negeri, lalu scene berikutnya melompat ke generasi 1989. Diceritakan dari generasi pertama sebuah keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi dan kesulitan memiliki keturunan. Dikabarkan, keluarga ini hidup sangat miskin akibat dari keadaan perekonomian di Korea yang tidak menentu. Seluruh tanah dan hasil buminya dirampas Jepang, hingga para wanita Korea tidak boleh memakai baju berwarna putih.

**hanbok berwarna putih ini melambangkan kesucian dan kemurnian jiwa wanita Korea.

Berbagai keadaan tak menentu dan ditambah lagi keluarga sederhana yang hanya memiliki banyak kamar dalam rumahnya yang bisa disewakan sebagai pondokan, tempat orang singgah dan menginap. Lalu, menjadi sebuah keberkahan ketika keluarga ini memiliki anak terakhir yang masih bisa bertahan hidup, Hoon, namanya.

Fisik Hoon yang tidak sempurna, ia memiliki kekurangan karena bibirnya sumbing dan badannya yang bongkok serta kakinya yang pincang, sehingga orangtuanya khawatir kalau Hoon tidak bisa menikah. Namun, keajaiban terjadi, Hoon pun mendapat pasangan seorang wanita dari Pulau sebelah yang Ayahnya seorang petani dengan 4 anak perempuan. Calon istri Hoon ini adalah anak ke empat dari 4 bersaudara.

 

 

Link web : nonton drakor sub indo

 

 

Generasi Pertama : Pasangan Hoon & Yang Jin (1915-1925)

Hoon (Lee Dae-Ho), satu-satunya keturunan yang hidup dari keluarga Bapak pemilik pondokan yang berada di Yeongdo, Busan, Korea. Jangan bayangkan rumah mewah yang memiliki banyak kamar indah, namun rumah dengan dinding kayu khas Korea yang sudah lapuk. Namun, pondokan reyot ini sudah mampu bertahan selama tiga dekade dan menjadi pelindung bagi keluarga Hoon.

Karena kebutuhan keluarga yang mendesak, maka kamar-kamar ini disewakan dengan harga yang sangat murah. Yang menyewa pun tak jarang adalah para nelayan atau para pekerja yang bekerja di pasar ikan. Yeongdo yang memang berada dekat dengan pantai, maka daerah ini terkenal dengan kualitas ikannya yang bagus. Dan hingga kini, daya tarik Yeongdo adalah wisata kuliner hidangan lautnya.

Pada tahun 1915-1925, keluarga ini pun mengalami kesulitan memiliki anak. Sehingga sang Ibu ke dukun dan meminta penjagaan yang ketat ketika akan memiliki anak kepada seorang dukun. Dan Ayahnya pun berjanji bahwa akan membesarkan anak mereka tanpa kekurangan sesuatu apapun.

Lahirlah anak yang dinantikan dan diberi nama Kim Sun-Ja (Kim Min-Ha). Anak kecil yang tumbuh di lingkungan sederhana dan kesehariannya adalah melayani kehidupan di Pondokan. Sun-Ja terbiasa kerja keras dan memiliki intuisi berdagang yang cerdas. Hingga suatu hari, ia diberi upah atas negosiasi yang ia lakukan kepada pemilik restoran dan pedagang ikan untuk sebuah dealing harga ikan yang sesuai dengan kualitas ikannya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.