October 2, 2022

Ketentuan Mendapat Relaksasi Kredit

2 min read

Presiden Jokowi sempat menjanjikan akan memberikan kelonggaran cicilan (relaksasi kredit) selama wabah virus korona. Program ini berlaku, terlebih bagi pekerja informal layaknya tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan.

Mereka dianggap kesulitan untuk mendapatkan pemasukan, dan tidak dapat membayar cicilan kendaraan. dengan  seiring kebijakan pemerintah supaya penduduk kurangi aktivitasnya di luar tempat tinggal selama wabah virus korona.

“Tukang ojek dan sopir taksi yang sedang mempunya kredit motor honda atau mobil, atau nelayan yang sedang punya kredit, mereka tidak kudu khawatir sebab pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” kata presiden Jokowi.

 

Langkah mendapat kelonggaran kredit Berikut pembahasan lengkapnya:

 

Ketentuan Yang ada pada Relaksasi Kredit

Cara mendapat kelonggaran kredit tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 berkenaan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Dalam POJK terhitung diatur berkenaan kelonggaran cicilan kredit berlaku selama satu tahun untuk rakyat kecil. Hanya saja, hal ini hanya diberikan  satu tahun . Pada prakteknya bisa bervariasi, disesuakian kesepakatan bank atau leasing.

Poin yang perlu  penduduk ketahui adalah relaksasi kredit (kelonggaran angsuran) tidak diberikan ke seluruh orang. Prioritasnya adalah debitur dengan catatan pembayaran baik tiap bulannya. Jadi untuk yang kreditnya macet, jangan menghendaki bisa mendapat kelonggaran!

“Intinya kebijakan penundaan yang diberikan sangat erat kaitannya dengan dampak Covid 19 terhadap debitur, terhitung jaman pemulihan bisnis dan kemajuan penanganan hingga penurunan wabah virus corona.

 

Buat Anda yang sedang kredit kendaraan dan mendambakan kelonggaran cicilan, simakte3 langkah mendapat relaksasi kredit, seberikut ini:

 

1. Memberikan Restrukturisasi

Setelah lewat sejumlah proses di atas, pihak bank atau perusahaan leasing dapat memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur.

Hal ini yang memengaruhi berapa lama perpanjangan yang konsumen dapatkan dan kuantitas yang bisa di restrukturisasi.terkecuali tetap ada kemampuan pembayaran cicilan yang dinilai lewat diskusi antara debitur dengan bank maupun leasing.

 

2. Data Nasabah dapat Diverifikasi Sebelum Mendapatkan Relaksasi Kredit

Setelah nasabah mengajukan permohonan, nantinya pihak bank maupun leasing dapat lakukan assesment atau penilaian. Assesment bank atau perusahaan leasing dapat memandang situasi konsumen dan catatan kredit selama ini atau track record sebelum akan relaksasi kredit.

Pihak bank atau perusahaan leasing dapat menilai, apakah Anda terhitung yang terdampak langsung atau tidak. Penilaiannya diamati lewat historis pembayaran pokok dan bunga, serta kejelasan penguasaan kendaraan.

 

3. Pemilik Kendaraan Harus Mengajukan Permohonan

Seiring dengan relaksasi kredit yang diberikan pemerintah, penduduk yang punya tunggakan kendaraan sepeda motor atau pun mobil, utamanya yang beriktikad baik, kudu mengajukan permintaan restrukturisasi terlebih ke perusahaan pembiayaan maupun bank.

Langkahnya, Anda harus melengkapi sejumlah data yang diminta oleh bank atau perusahaan leasing. Permohonan Anda bisa disampaikan lewat online atau email dan web web resmi yang ditetapkan oleh bank ataupun leasing. “Tanpa harus bertatap muka.

Namun lebih dari satu bank ataupun leasing pun diketahui mewajibkan nasabahnya untuk langsung ke cabang-cabang terdekat berasal dari tempat tinggal Anda.

“Hal ini tentu mencermati penghasilan debitur yang terdampak akibat Covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi berasal dari bank/leasing disampaikan secara online atau via web bank/leasing yang terkait,” demikianlah tercantum dalam POJK.

 

 

 

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.