August 16, 2022

Hal yang Bisa Kamu Nikmati Saat Berwisata di Bromo

4 min read

Gunung Bromo sebagai objek wisata utama di Jawa Timur, berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera, atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi di kakinya. Sebagai gunung api aktif, Bromo berbahaya sekaligus cantik dengan kawah berdiameter sekitar 800 meter membentang dari utara ke selatan, dan sekitar 600 meter dari timur-ke barat. Daerah bahaya utamanya berbentuk lingkaran dengan diameter 4 km dari pusat kawah Bromo.

Berikut 5 hal yang bisa Anda lakukan saat berwisata ke Bromo.

1. Menyaksikan Upacara Syukur di Kawah Bromo

Tiap tahun, di Gunung Bromo, Jawa Timur terjadi upacara Kesodo oleh masyarakat Suku Tengger yang menduduki kawasan Taman Nasional Bromo-Semeru. Upacara Kesodo atau dalam nama aslinya Upacara Hari Raya Yadna Kasada adalah kesibukan masyarakat Tengger bersyukur kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan YME).

Kegiatan yang paling banyak ditunggu turis, terlebih penggemar fotografer, adalah saat masyarakat melemparkan aneka hasil bumi yang sudah mereka dapatkan ke dalam kawah Gunung Bromo. Namun demikian, Anda juga wajib tahu bahwa tanggal tentu secara Tahun Masehi sukar ditentukan karena mereka mengkalkulasi berdasar tahun Hindu Tengger yakni tiap tanggal 14 bulan Kasada. Jadi, pastikan Anda tidak salah tanggal dikala mengidamkan memandang Upacara Syukur ini.

 

2. Melihat Langsung Upacara Yadnya Kasada

Yadnya Kasada jadi wujud pengorbanan Suku Tengger kepada Sang Hyang Widhi. Ritual ini diadakan setiap tahun terhadap hari ke-14 Kasada. Karenanya, bulan penyelenggaraannya pun berbeda-beda di kalender Masehi. Upacara menyambut hari raya Kasada Suku Tengger sudah terjadi sejak abad ke-14. Ritual puncak di mulai terhadap tengah malam bulan Purnama dengan serangkaian prosesi rutinitas oleh warga setempat di Pura Luhur Puten yang berada di lautan pasir Bromo.

Sepanjang malam, prosesi sakral diisi dengan pembacaan mantera oleh tetua adat. Selain berdoa, ada pula prosesi pengambilan air suci dari tetesan yang merembes terhadap batu-batu di sebuah gua di Gunung Widodaren. Tak peduli, hujan deras, angin kencang, atau badai pasir sekalipun tak bakal menyurutkan semangat Suku Tengger menggelar ritual tahunan ini. Yadnya Kasada jadi upacara rutinitas untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan tolak bala kepada Sang Hyang Widhi.

 

3. Berkuda Menuju Puncak Bromo

Pesona Gunung Bromo seakan tak ada habisnya. Suguhan sunrise di Bukit Cinta, melintasi lautan pasir, atau nikmati suguhan kawah menawannya? Tak wajib pilih salah satunya, semua mampu dinikmati sekaligus tatkala mendaki Bromo. Apalagi ada pilihan selain terjadi kaki untuk nikmati sunset di atas Bromo. Bila Anda jadi lelah berjalan, Anda mampu menyewa kuda-kuda milik para warga dari Suku Tengger. Tentu, nuansa baru yang asyik bakal tersaji dari atas kuda. Kuda-kuda itu, bakal mengantarkan kami hingga ke gerbang utama Kawah Bromo.

Sisanya, kami wajib menaiki 250 anak tangga untuk capai kawah. Tenang, kelihatannya sebetulnya melelahkan, namun bakal terbayar lunas dengan indahnya suguhan panorama alam dari Kawah Bromo. Tidak cuma itu, dari atas kawah kami pun disuguhkan hamparan alam sekitar Gunung Bromo yang terlukis rapi.

 

4. Camping Spektakuler di Gunung Bromo

Berkemah di Gunung Bromo wajib persiapan matang. Karena kawasan ini miliki perubahan suhu yang drastis, yakni suhu 5 derajat terhadap dini hari dan capai 28 derajat di siang hari.

Mulai dari perbekalan perlengkapan camping hingga logistik pun wajib diatur secara detail. Namun demikian, banyak perihal menarik yang mampu kalian abadikan dikala berada di mount bromo ijen crater tour 3 days, yakni menyusuri dan mengabadikan foto di padang pasir tempat shooting film Pasir Berbisik, panorama menakjubkan dari kaki Gunung Bromo dengan indahnya relief alam dinding gunungnya, sesudah itu Anda mampu melanjutkan nikmati panorama dari bawah kawah Gunung Bromo. Dari kawah, Anda mampu berkunjung ke hamparan padang rumput hijau atau savana yang sama layaknya bukit Teletubbies. Dengan jip memakan saat sekitar 30 menit.

 

5. Menikmati Sunrise dan Sunset di Gunung Bromo

Mengunjungi Bromo, menu utamanya sudah tentu nikmati keindahan alamnya dengan lautan pasirnya yang elok. Atau menuju puncak Bromo lewat tangga yang sudah disediakan untuk memandang kawah Bromo. Tak kalah cantik, menyambut matahari terbit di sisi Gunung Bromo. Ini jadi panorama favorit pengunjung Bromo, juga para wisatawan asing. Pada saat matahari terbit, keindahan alam Bromo terpancar penuh terhadap detik-detik matahari jadi menampakkan semburatnya. Udara bakal memadai dingin, namun saat-saat layaknya ini tidak boleh terlewatkan jika berada di Bromo.

Untuk nikmati sunrise ada beberapa tempat yang biasa dituju, di antaranya Bukit Dingklik, Bukit Cinta, Bukit Kongkog, dan terakhir yang paling tinggi ialah Puncak Pananjakan. Wajib juga datang ke Bukit Teletubbies. Dinamakan demikian karena bentuknya yang bergelombang layaknya dalam serial Teletubbies. Menjelang sore, keindahan Matahari di Bromo ulang menarik perhatian. Indahnya sunset Bromo mampu dinikmati dari Teras Bromo, salah satu resto di Plataran Bromo, berada di jalur turun arah Pasuruan. Sambil nikmati teh hangat, lewatkan sore di rooftop yang menghadap ke panorama Matahari terbenam di tengah perbukitan Bromo.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.