January 16, 2022

Gejala Kanker Ovarium dan Cara Pengobatannya

2 min read

Gejala Kanker Ovarium dan Cara Pengobatannya

Gejala kanker ovarium (kanker indung telur) sebelumnya sering tidak begitu terang. Sekitar 60% wanita yang didiagnosa menanggung derita kanker ovarium telah masuk tahapan lanjut dari penyakit ini.

Secara umum jarang-jarang diketemukan tanda-tanda awal pada kanker ini -kalaupun ada umumnya samar-samar. Tanda-tanda itu terhitung salah satunya ialah bengkak pada perut, selalu berasa kembung, ngilu pada panggul, gampang capek, pengurangan berat tubuh, konstipasi (sembelit), dan pendarahan menstruasi yang tidak teratur.

Ada banyak pertanda yang lain pantas Anda mencuriga. Misalkan sakit punggung tanpa argumen yang terang, anorexia, dan berlangsungnya pendarahan pada organ intim (vagina) saat tidak menstruasi.

Penyembuhan Kanker Ovarium

Penyembuhan kanker ovarium (kanker indung telur) benar-benar tergantung pada fase kanker, type penyakit, therapy opsi, dan keadaan badan.

  • Kanker ovarium atipikal

Kanker atipikal mempunyai karakter yang lain dari kanker garang ovarium type yang lain. Biasa ada pada wanita umur 40 tahun (kegarangan pada umur 60 tahun). Sekitaran 20% fase awal bisa menebar ke perut dan membutuhkan therapy operasi. Pasien kanker atipikal ovarium dengan fase awal yang ingin menjaga kesuburannya bisa lakukan unilateral salpingo-oophorectomi, Ini sebagai proses operasi pengangkatan indung telur yang memiliki kandungan kanker.

  • Fase awal

Fase awal kanker ovarium ialah fase I dan II. Therapy yang bisa dilaksanakan pada fase ini ialah operasi, kemoterapi, dan radiasi.
Fase lanjut. Fase ini selalu memerlukan therapy operasi yang maksimal dituruti kemoterapi sesudah operasi. Maksudnya untuk tingkatkan kekuatan bertahan hidup pasiennya. Radiasi semua sisi perut menjadi alternative dari kemoterapi.

  • Kanker ovarium yang kumat

Pasien kanker ovarium yang kumat ialah membutuhkan operasi yang ke-2 kali dengan kemoterapi dengan memakai agen yang lain. Therapy hormonal dapat dipakai. Therapy yang masih juga dalam riset ialah therapy stem sel, imunoterapi memakai interferon, dan therapy genetik.

Pencegahan Kanker Ovarium

Anda dapat lakukan beberapa panduan berikut sebagai perlakuan penangkalan kanker ovarium (kanker indung telur):

  1. Mempunyai anak lebih dari 1, pemakaian kontrasepsi pil minimum 1, pengikatan aliran tuba, dan histerektomi (pengangkatan kandungan).
  2. Konsumsi sayur, vitamin A, dan
  3. vitamin C dengan jumlah yang cukup.
    Lakukan pengecekan periodik. Pengecekan panggul teratur /tahun bisa dipakai untuk mengetahui awal kanker ovarium yang tidak mempunyai sensitivitas yang tinggi.

Faktor-faktor yang terkait dengan kenaikan resiko kanker ovarium ialah:

  1. Factor resiko individu. Wanita berumur 40 tahun baru yang cuman mempunyai anak 1 atau mungkin tidak mempunyai anak, kisah kanker payudara atau kanker endometrium bisa tingkatkan resiko kanker ovarium.
  2. Riwayat penyakit keluarga. Wanita dengan kisah keluarga yang menanggung derita kanker payudara, indung telur, endometrium, atau usus besar mempunyai kenaikan resiko untuk kanker ovarium.
  3. Factor lingkungan. Beberapa riset menyampaikan jika konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak hewani seperti daging merah dan ayam dengan jumlah banyak bisa tingkatkan resiko mendapatkan kanker ovarium.
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.