August 12, 2022

Fungsi dan Komponen Utama Boiler

4 min read

Fungsi boiler dan elemen intinya semestinya pantas untuk kita kenali, terutama untuk yang bekerja pada beberapa pabrik yang memakai alat ini. Pada intinya, perlengkapan industri memanglah tidak ada selesainya untuk diulas, sesudah pada artikel awalnya kita sudah dibahas berkenaan beragam jenis alat industri seperti pompa, evaporator, desalter, kondensor dan lain-lain. Pada artikel ini akan diulas berkenaan boiler karena alat ini sebagai salah satunya alat yang biasa dipakai pada kilang minyak atau di beberapa pabrik yang lain. Sudah pasti Anda sekaligus pernah dengar nama alat ini, tapi kemungkinan belum pahami apakah yang dimaksud dengan boiler, peranan boiler dan beberapa komponen intinya. Untuk pahami hal itu, silakan baca penjelasannya di bawah.

Peranan Boiler dan Elemen Intinya

Pada intinya boiler ialah alat yang berperan untuk memanasi air dengan memakai panas hasil dari pembakaran bahan bakar, panas hasil pembakaran seterusnya panas hasil pembakaran disalurkan ke air hingga hasilkan steam (uap air yang mempunyai suhu tinggi). Dari pemahaman itu memiliki arti kita bisa mengaitkan jika boiler berperan untuk produksi steam (uap) yang bisa dipakai untuk proses/keperluan seterusnya. Sama seperti yang kita kenali jika steam bisa dipakai untuk jaga temperatur dalam kolom destilasi minyak bumi dan proses penguapan pada evaporator. Biasanya bakar yang dipakai untuk memanasi boiler yakni batu bara, gas, dan bahan bakar minyak.

Bagian-Bagian Pada Boiler dan Perannya

Sama dengan pompa, compressor dan perlengkapan pabrik yang lain yang tersusun dari beragam elemen hingga alat itu bisa bekerja dan jalankan peranannya. Boiler tersusun dari beragam jenis elemen dengan perannya semasing. Berikut ini ialah peranan dari tiap-tiap elemen pada boiler, yakni:

1. Tungku Pengapian (Furnace)

Sisi ini sebagai tempat berlangsungnya pembakaran bahan bakar yang bakal jadi sumber panas, proses akseptasi panas oleh media air dilaksanakan lewat pipa yang sudah dialiri air, pipa itu melekat pada dinding tungku pembakaran. Proses peralihan panas pada furnace terjadi dengan 3 langkah:

a. Peralihan panas secara radiasi, di mana akan terjadi sinaran panas dari api atau gas yang bakal melekat pada dinding tube hingga panas itu akan diserap oleh fluida yang mengucur didalamnya.

b. Peralihan panas secara konduksi, panas mengucur lewat hantaran dari segi pipa yang terima panas di dalam segi pipa yang memberikan panas pada air.

c. Peralihan panas secara konveksi. panas yang terjadi dengan sindiran molekul-molekul air hingga panas akan menebar kesetiap saluran air.jasa pembuatan website

Dalam furnace, ruangan bakar terdiri atas dua sisi yakni ruangan pertama dan ruangan ke-2 . Pada ruangan pertama, didalamnya akan tejadi pemanasan langsung dari sumber panas yang terterima oleh tube (pipa), sedang pada ruangan ke-2 yang ada di bagian atas, panas yang diterima datang dari udara panas hasil pembakaran dari ruangan pertama . Maka, peranan dari ruangan pemanas ke-2 ini yaitu untuk mempernyerap panas yang kebuang dari ruangan pemanasan pertama, supaya energi panas yang kebuang secara gratis tidak besar, dan untuk mengatur panas fluida yang sudah dipanaskan pada ruangan pertama supaya tidak alami pengurangan panas terlalu berlebih.

2. Steam Drum

Steam drum berperan sebagai penampungan air panas dan tempat terciptanya uap. Drum ini memuat uap jemu (saturated steam) dengan air dengan perbedaan di antara 50% air dan 50% uap. untuk menghindar supaya air tidak terikut oleh uap, karena itu dipasang sekat-sekat, air yang mempunyai temperatur rendah akan turun ke bawah dan air yang bersuhu tinggi akan naik ke atas dan menguap.

3. Superheater

Sebagai tempat pengeringan steam, karena uap yang dari steam drum masih juga dalam kondisi basah hingga tidak bisa dipakai. Proses pemanasan kelanjutan memakai superheater pipe yang dipanaskan dengan temperatur 260°C sampai 350°C. Dengan temperatur itu, uap bisa menjadi kering dan bisa dipakai untuk gerakkan turbin atau untuk kepentingan perlengkapan lain.

4. Air Heater

Elemen ini sebagai alat yang berperan untuk memanasi udara yang dipakai untuk menghembus/tiup bahan bakar agar terbakar prima. Udara yang bakal diembuskan, saat sebelum melalui air heater mempunyai temperatur yang serupa dengan temperatur udara normal (temperatur luar) yakni 38°C. Tetapi, sesudah lewat air heater, temperaturnya udara itu akan bertambah jadi 230°C hingga dapat dipakai untuk hilangkan kandungan air yang terdapat di dalamnya karena uap air bisa mengganggu proses pembakaran.

5. Dust Collector (Pengumpul Abu)

Sisi ini berperan untuk tangkap atau kumpulkan abu yang ada pada saluran pembakaran sampai debu yang terikut dalam gas buang. Keuntungan memakai alat ini ialah gas hasil pembakaran yang dibuang ke udara bebas dari kandungan debu. Argumennya tidak lain karena debu bisa mencemarkan udara di sekitar lingkungan, dan mempunyai tujuan untuk kurangi peluang berlangsungnya kerusakan pada alat karena ada gesekan abu atau pasir.

6. Pengontrol Pembuangan Gas Sisa

Asap dari ruangan pembakaran disedot oleh blower IDF (Induced Draft Fan) lewat dust collector seterusnya akan dibuang lewat cerobong asap. Damper pengontrol gas asap ditata lebih dulu sama sesuai keperluan saat sebelum IDF dihidupkan, karena makin besar damper dibuka maka semakin besar hisapan yang bakal terjadi dari dalam tungku.

7. Safety Valve (Katup pengaman)

Alat ini berperan untuk buang uap jika penekanan uap sudah melewati batasan yang sudah ditetapkan. Katup ini terdiri dari 2 tipe, yakni katup pengaman uap basah dan katup pengaman uap kering. Safety valve ini bisa ditata sesuai faktor maksimal yang sudah ditetapkan. Pada uap basah umumnya ditata pada penekanan 21 kg per cm kuadrat, sedang untuk katup pengaman uap kering ditata pada penekanan 20,5 kg per cm kuadrat.

8. Gelas Penduga (Sight Glass)

Gelas penduga terpasang pada drum sisi atas yang berperan untuk ketahui tinggi air dalam drum. Maksudnya untuk mempermudah pengaturan tinggi air dalam ketel sepanjang boiler sedang bekerja. Gelas penduga ini harus dicuci secara periodik untuk menghindar terjadi penyumbatan yang membuat tingkat air tidak bisa dibaca.jasa pembuatan website

9. Pembuangan Air Ketel

Elemen boiler ini berperan untuk buang air dalam drum sisi atas. Pembuangan air dilaksanakan jika ada beberapa zat yang tidak bisa larut, contoh simpelnya adalah timbulnya busa yang bisa mengganggu penilaian pada gelas penduga. Untuk keluarkan air dari dalam drum, dipakai blowdown valve yang dipasang pada drum atas, katup ini bekerja jika jumlah busa telah melalui batasan yang sudah ditetapkan.

Demikian  bagian-bagian penting dari boiler yang perlu kita ketahui.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.