Beasiswa dan Bantuan Biaya Bendidikan bagi Mahasiswa

 

Beasiswa dan perlindungan cost pendidikan bagi mahasiswa meliputi beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi secara akademik. Banyak beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa selama 1 (satu) th. anggaran. Pada th. 2020, di mada pandemi covid-19, beasiswa PPA ditiadakan.

Sedangkan perlindungan cost pendidikan mahasiswa meliputi Bidikmisi dan KIP Kuliah yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak cukup sanggup namun miliki potensi akademik yang baik. Pada th. 2020, Bidikmisi telah tidak ada ulang bagi mahasiswa baru angkatan 2020, digantikan bersama program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Meskipun demikian, mahasiswa Bidikmisi th. sebelumnya (On Going) selalu mendapat perlindungan cost pendidikan sampai lulus sesuai bersama ketentuan.

Selain itu, terkandung termasuk perlindungan cost pendidikan bagi mahasiswa difabel bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Bantuan cost pendidikan ini diberikan kepada mahasiswa selama masa studi sesuai keputusan yang berlaku. Selain itu pada masa pandemi th. 2020, terkandung perlindungan keringanan pembayaran UKT/SPP yaitu program Bantuan UKT/SPPmelalui PIP Kuliah bagi mahasiswa yang tidak cukup sanggup dan terdampak pandemi covid-19.

a. Bantuan UKT/SPP

    1. Mahasiswa yang orangtua/penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi covid-19 dan tidak sanggup membayar UKT/SPP semester gasal tahun akademik 2020/2021 dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Prioritas pada mahasiswa dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau mahasiswa dari keluarga dengan pendapatankotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah) atau jika dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per anggota keluarga;
      2. Mahasiswa membuat surat pernyataan bahwa orangtua/wali/penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi covid-19;
      3. Perguruan tinggi harus melakukan verifikasi kelayakan calon penerima bantuan UKT/SPP mahasiswa dan bertanggung jawab terhadap kebenarannya.
        Namun demikian perguruan tinggi juga diberikan kewenangan untuk membuat kriteria atau batasan lain terkait kendala finansial yang menyebabkan mahasiswa tidak sanggup membayar biaya UKT/SPP pada semester gasal tahun akademik 2020/2021.
    2. Mahasiswa yang tidak sedang dibiayai oleh Program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT/SPP baik secara penuh atau sebagian, dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Tidak tercatat di perguruan tinggi sebagai penerima Bidikmisi on going;
      2. Tidak sedang menerima beasiswa lain baik yang berasal dari APBN/APBD atau swasta yang telah membiayai UKT/SPP secara penuh/sebagian.
    3. Mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan di semester 3, 5 dan 7, dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Mahasiswa aktif pada semester 3 dan 5 untuk program diploma tiga serta semester 3, 5 dan 7 untuk program sarjana/diploma empat dan sedang menjalankan perkuliahan semester gasal tahun akademik 2020/2021;
      2. Mahasiswa harus melengkapi data NIM dan NIK mahasiswa pada saat pengusulan.
    4. Menyampaikan Surat Pernyataan mahasiswa calon penerima Bantuan UKT/SPP yang menyatakan bahwa bahwa mahasiswa merupakan mahasiswa aktif dan berasal dari keluarga yang mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi Covid-19 sehingga tidak sanggup membayar UKT/SPP Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021. Dan tidak sedang menerima pembiayaan secara penuh/sebagian UKT/SPP oleh Program Bidikmisi atau beasiswa lain baik yang berasal dari APBN/APBD atau swasta.
    5. Menyampaikan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dari Perguruan Tinggi terkait kebenaran data usulan penerima bantuan UKT/SPP.
  1. Difabel
    1. Bagi PTS:
      1. Perguruan Tinggi Swasta tidak melakukan pelanggaran proses pembelajaran (kelas jauh, dan lain- lain);
      2. Program Studi yang diusulkan harus sudah terakreditasi.
    2. Bagi mahasiswa:
      1. Terdaftar sebagai mahasiswa baru tahun berjalan di perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI dengan program studi terakreditasi;
      2. Merupakan siswa SMA atau  sederajat yang  akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 1 (satu) tahun sebelumnya;
      3. Merupakan penyandang disabilitas yang  memiliki potensi akademik baik;
      4. Sesuai Permen No 46/2017 tentang Penyandang Disabilitas yaitu mahasiswa yang  memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, sensorik, dan/atau yang  memiliki potensi kecerdasan dan bakat  istimewa;
      5. Mahasiswa memiliki keterbatasan fisik, emosional, mental, dan sensorik, yang meliputi:
        1. tunanetra;
        2. tunarungu;
        3. tunadaksa;
        4. tunagrahita;
        5. gangguan komunikasi;
        6. lamban belajar;
        7. kesulitan belajar spesifik;
        8. gangguan spektrum autis;  dan
        9. gangguan perhatian dan hiperaktif.
      6. Calon  penerima Beasiswa Difabel wajib terdaftar pada sistem Bidikmisi dengan memasukkan NPSN dan NISN yang  valid;
      7. Diusulkan oleh perguruan tinggi setelah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi masing- masing.
      8. Menyertakan surat  keterangan dari lembaga/profesi yang dinyatakan memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, antara lain:
        1. Gangguan penglihatan oleh  dokter mata/optician
        2. Gangguan pendengaran oleh  dokter THT
        3. Gangguan komunikasi, sosial, emosi, dan inteligensi oleh  psikiater/psikolog
        4. Gangguan gerak oleh  ahli ortopedi
        5. Ahli pendidikan khusus