Apa Itu Sewage Treatment Plant?

Tahukah Anda, ternyata Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbanyak ke dua di dunia. Bahkan pada tahun 2019 yang lalu, persoalan ini sempat dibawa ke forum internasional di Norwegia dikarenakan sudah mencemari laut.

Oleh dikarenakan itu, mengenal sewage treatment plant (STP) sebagai salah satu solusi menekan pencemaran sangatlah dibutuhkan. Sayangnya, belum semua orang tahu betapa pentingnya proses STP untuk keberlangsungan ekosistem.

 

Oleh dikarenakan itu, pada artikel kali ini Adika Tirta Daya dapat mengajak Anda untuk mengenal sewage treatment plant berikut bersama langkah kerjanya, yang menjadi ujung tombak pengolahan limbah cair di Indonesia. Berikut adalah ulasan selengkapnya!

Rekomendasi : Fill Rite Flow Meter 

 

Apa itu Sewage Treatment Plant?
Sewage treatment plant adalah instalasi pengolahan limbah cair yang umumnya diperuntukkan untuk limbah domestik berwujud kotoran dan hasil sisa cucian yang memiliki kandungan deterjen yang beresiko untuk lingkungan. Dengan memakai teknologi terkini, proses yang dimiliki STP mampu produksi sisa produksi limbah cair yang jernih dan tidak kembali beresiko bagi lingkungan.

Cara kerja sewage treatment plant melibatkan proses untuk menyingkirkan kontaminan atau takaran beresiko di didalam limbah domestik atau rumah tangga yang mampu mengganggu ekosistem kurang lebih atau lebih-lebih menghancurkan sebuah populasi makhluk hidup. Selain itu, semua bangunan yang menghasilkan limbah domestik layaknya wilayah pemukiman, hotel, dan juga gedung perkantoran diwajibkan untuk memiliki instalasi STP yang sesuai standar.

 

Tujuan Penggunaan Sewage Treatment Plant

Setelah mengenal sewage treatment plant, selanjutnya Anda perlu mengetahui tujuan dari digunakannya sistem STP dalam pengolahan limbah cair dari rumah tangga. Beberapa tujuan tersebut meliputi:

  • Meminimalisir atau menghilangkan kandungan organik yang terkandung di dalam air, seperti BOD, COD, residu padat yang terbawa di air (suspended solid), dan juga zat amonia, dan lainnya.
  • Menghasilkan air olahan yang terbebas dari bakteri, kuman, dan virus agar tidak mengganggu lingkungan yang sesuai standar baku mutu dari pemerintah.

Beberapa Komponen dari Sewage Treatment Plant

Untuk dapat mengolah limbah domestik dengan efisien dan berkualitas, instalasi STP membutuhkan beberapa bagian atau komponen yang bekerja dengan maksimal. Beberapa komponen dari sewage treatment plant adalah:

  • Mesin blower yang dilengkapi motor penggerak, yang berfungsi untuk menyuplai oksigen ke bak aerasi yang digunakan untuk mengumpulkan limbah. Selain itu, bagian ini juga berguna untuk melakukan pembersihan air sisa sedimentasi (scum skimmer) dan juga membalikkan lumpur (sludge) dengan metode air lift.
  • Panel kontrol, yang digunakan untuk mengatur atau mengendalikan peralatan dan memastikan agar kinerja sewage treatment plant berlangsung tanpa gangguan. Panel ini dapat diakses oleh teknisi dari luar instalasi STP.
  • Pompa pemindah air, yang berfungsi untuk memastikan limbah cair yang ditampung pada bak aerasi dapat tersalurkan dengan sempurna tanpa adanya kebocoran. Oleh karena itu, pompa ini sangat penting pada proses pengolahan limbah domestik.
  • Peralatan sedimentasi, berguna untuk memindahkan sisa sedimentasi agar tidak terlalu lama menumpuk di dasar bak sedimentasi. Jika dibiarkan, sisa endapan tersebut dapat berfermentasi lalu mengapung. Jika sudah begini, scum skimmer tidak akan dapat mengatasi lumpur mengapung. Di sinilah peralatn sedimentasi bekerja.
  • Elektroda dan water level control (WLC), yang digunakan pada sistem float switch dan flow control pump agar tidak terbalik karena terapung. Bagian ini memastikan agar sistem tersebut tidak terbalik saat mengapung, karena bagian ini tidak akan menyala dalam kondisi terbalik.

 

Cara Merawat Sewage Treatment Plant

Setelah mengetahui cara kerja sewage treatment plant dan juga bagian-bagian di dalamnya, tentunya Anda juga perlu mengetahui cara untuk merawat sistem pengolahan limbah domestik tersebut. Beberapa cara tersebut meliputi:

  • Membersihkan grease trap dari lemak, karena jika lemak terlalu lama didiamkan akan mengeras dan menimbulkan bau. Anda disarankan untuk membersihkannya setiap hari, khususnya jika kapasitas limbah domestik yang dikeluarkan cukup banyak.
  • Periksa basket screen secara harian dari kotoran agar aliran limbah cair berlangsung lancar ke STP.
  • Mengangkut sisa lumpur atau sludge minimal setahun sekali (atau dua kali jika beban limbah lebih banyak).
  • Memeriksa bagian sewage treatment plant lainnya seperti pompa, gearbox, dan komponen lainnya yang sekiranya rentan terhadap kerusakan. Lakukan pemeliharaan dan pengecekan tersebut setidaknya tiga sampai 4 bulan sekali.
  • Mengecek kandungan air limbah ke Badan  Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) minimal tiga bulan sekali untuk memastikan agar hasil pengolahan limbah sudah sesuai standar baku mutu pemerintah.