June 29, 2022

Alasan Transaksi Gesek Tunai Masih Jadi Incaran

2 min read

Meski secara tegas dilarang oleh BI tetapi masih banyak nasabah yang kucing-kucingan jalankan transaksi gesek tunai untuk bermacam alasan. Beberapa alasan yang mendorong pemanfaatan gesek tunai kartu kredit antara lain:

 

Tidak ada Batas Penarikan

Tidak layaknya tarik tunai kartu kredit yang dibatasi sekitar 40% dari kuantitas total limit kartu kredit, transaksi gesek tunai lebih fleksibel.

Karena diakui sebagai transaksi belanja maka duit cash dapat didapatkan lebih besar, lebih-lebih hingga limit kartu kredit habis.

Jika Anda menarik dana dari ATM Anda hanya dapat menarik dana hanya sekitar 40% hingga 60% dari limit kartu kredit. Anda dapat memperoleh dana fresh dalam waktu cepat.

Sayangnya perilaku ini sering mengakibatkan nasabah tidak tahu bahwa mereka sedang menjerat diri dalam tumpukan hutang. Akibatnya gesek tunai menggiring pemilik kartu kredit terlilit hutang kartu kredit dan menjadi lebih boros.

 

Bunga

Hal menggiurkan lain dari gesek tunai adalah bunga yang dikenakan lebih rendah dibanding tarik tunai melalui mesin ATM, karena diakui sebagai transaksi ritel.

Saat ini bunga transaksi ritel dikenakan 2% per bulan Selain bunga, ada cost lain terkecuali Anda tarik tunai di ATM. Sehingga penarikan duit secara gesek tunai lebih beruntung karena tidak ada biaya-biaya tambahan lain yang dibebankan kepada nasabah.

 

Tagihan

Hal menarik lain yang mengakibatkan orang-orang jalankan transaksi gesek tunai adalah tagihan kartu kredit. Gesek tunai kartu kredit memotong cost penagihan langsung waktu Anda menarik duit tunai.

Misal Anda menarik tunai bersama gesek tunai sebanyak Rp3 juta rupiah, bersama analisis bunga retail 3% maka yang dapat dapatkan adalah Rp2.940.000 karena udah dipotong cost penarikan sebesar 3 prosen sebagai cost penarikan.

 

Biaya penarikan rendah

Alasan terakhir yang mengakibatkan transaksi melalui Gestun Traveloka Paylater menjadi incaran adalah cost penarikan yang rendah.

Jika tarik tunai ATM mewajibkan nasabah membayar hingga 4% dari nilai transaksi atau umumnya minimum Rp 50 ribu, maka gesek tunai hanya mengharuskan nasabah membayar 2-3 prosen untuk cost penarikan.

Itulah lebih dari satu alasan yang mengakibatkan transaksi gesek tunai masih menjadi incaran para nasabah.

Namun praktek ini benar-benar ditolak keras perbankan, karena gesek tunai mengakibatkan penerbit kartu kredit kehilangan pendapatan, tak hanya itu normalitas gesek tunai sering mendorong orang menjadi lebih konsumtif.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.