October 2, 2022

Alasan Migi Rihasalay & Suami Bangun Rumah Joglo

3 min read

Pendesain populer Migi Rihasalay yang dikenali dengan kreasi bertopik sosial merealisasikan mimpinya membuat suatu tempat berkreatifitas untuk beberapa seniman dengan menyembahkan Rumah Joglo yang ada di Teritori Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Rumah Joglo memang direncanakan sebagai tempat atau ruangan bagi beberapa seniman berkreatifitas. Tempat ini diharap bisa menjadi rumah ide untuk beberapa aktor seni untuk membuat beberapa karya mereka.

Migi bisa merealisasikan mimpinya karena support suaminya, Andrew James, yang disebut masyarakat negara Australia. Beberapa rumah joglo dari beberapa wilayah di Jawa mereka perbaikan untuk dibangun kembali di Tanjung Lesung.

Sekarang ini, beberapa bangunan tempat tinggal joglo telah berdiri secara eksotis di atas tempat selebar 1 hektar di teritori ekonomi dan rekreasi itu. Pasangan suami istri itu terlihat senang atas kreativitasnya mendatangkan beberapa rumah dengan bahan kayu jati ukir yang terlihat eksklusif dan unik.

Bahan baku berbentuk kayu ukir itu datang dari rumah joglo di beberapa wilayah di Pulau Jawa, khususnya kota Jepara. Rumah joglo di wilayah yang telah hancur, dibeli oleh Migi lalu kayu-kayunya diangkut ke Tanjung Lesung.

“Saya dan suami memang terhitung orang yang suka dengan budaya. Di mana budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah joglo kami datangkan di Tanjung Lesung yang di depan bakal menjadi lokasi pariwisata. Untuk mendatangkan rumah Joglo ini, saya sama suami coba kumpulkan sejumlah rumah joglo yang nyaris musnah,” ungkapkan Migi, Kamis ke media, Kamis (19/8).

Dipertambah Migi, untuk membuat teritori budaya di tanah selebar 1 hektar yang berada di Tanjung Lesung itu, diperlukan ongkos yang cukup banyak. Selainnya mengganti rumah asli jadi rumah joglo, Migi coba membuat kembali rumah Joglo itu jadi rumah yang eksotik dan punyai nilai seni tinggi.

“Untuk dapat membuat rumah Joglo ini, saya sama suami memang tiba ke banyak wilayah seperti Jepara untuk cari sejumlah rumah Joglo yang nyaris ambruk lalu kita membeli dari pemiliknya. Kita bedah dan kita membawa ke teritori Tanjung Lesung ini untuk kita bangun kembali sesuai deskripsi aslinya . Maka nilai riwayat dan history-nya selalu terlindungi. Apa lagi Andrew ini kan seorang arsitek, sehingga ia tahu bagaimana membuat bangunan riwayat supaya kelihatan menarik dan dapat kelak jadi lokasi yang memikat untuk beberapa seniman berkreasi,” papar Migi.

Rekomendasi : jual rumah joglo

Saat itu, Andrew James yang disebut pria berwarganegara Australia akui senang menyembahkan rumah Joglo ini sebagai lokasi seni untuk beberapa seniman ini. Di mana kesenangannya atas Indonesia bawa dianya sekarang perjuangkan statusnya jadi seorang WNI.

“Saya orang bule, tetapi saya benar-benar cinta Indonesia, karena di sini saya bebas berkreasi dan ekspresikan diri saya. Hal tersebut yang tidak dapat saya peroleh di Australia sana. Saat saya menikah dengan Migi, saya ingin menyembahkan suatu hal yang kemungkinan nanti dapat digunakan untuk kebaikan angkatan muda Indonesia dalam mengenali budaya dan keberagamannya. Satu diantaranya ya ini melalui rumah Joglo ini. Saya sekarang ini sedang berusaha supaya bisa saja WNI dan ingin mati dan dipendam di Indonesia karena saya benar-benar cinta Indonesia,” tutur Andrew.

Rumah Joglo yang dibuat Migi dan Andrew sendiri nantinya bisa jadi rumah menginspirasi untuk beberapa seniman dalam berkreasi. Tidak itu saja, melalui rumah Joglo yang dibangunnya itu, Migi akan melangsungkan program free class untuk anak-anak disekitaran dengan memberinya pelajarab membuat desain, melukis, membuat batik dan pottery dari tanah liat.”Anak-anak bisa belajar gratis,” tandas Migi yang masih tetap produktif di periode wabah.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.