August 8, 2022

7 Ice Breaking Games untuk Kegiatan Outbound

6 min read
ice breaking games

Mengenal 7 Ice Breaking Games. Dalam dunia outbound, terdapat banyak sekali permainan yang bisa memecah kejenuhan. Outbound tidak hanya soal flying fox dan permainan ketinggian atau highrope.

Permainan ice breaker games atau ice breaking games biasanya diterapkan pada banyak acara, misalnya, acara pelatihan, acara pertemuan, acara masa orientasi siswa atau juga ospek untuk mahasiswa, serta acara gathering.

Permainan ice breaker games berguna bagi siapapun, baik kalangan pemuda, mahasiswa, remaja, maupun karyawan perusahaan yang sedang menyelenggarakan acara.

Ice Breaker Games pada prinsipnya merupakan permainan yang digelar untuk memecah kejenuhan dalam sebuah acara apapun itu. Berikut ini kami jelaskan tentang 5 jenis permainan yang memecah kejenuhan atau Ice Breaker game atau ice breaking games.

20 Ice Breaker Games (Permainan Memecah Kejenuhan)

1. Adu Panjang

Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok yang maisng-masing kelompok terdiri dari 5 – 6 orang. Setiap orang berbaris dalam masing-masing kelompok, berderet satu baris dari depan ke belakang.

Setelah itu, instruksikan pada semua peserta untuk berlomba untuk membentuk barisan yang paling panjang. Barisan tidak boleh terputus, satu sama lain harus saling berhubungan.

Kuncinya adalah peserta boleh menggunakan apa saja, khususnya barang-barang yang melekat di badannya untuk membentuk barisan yang terpanjang. Tapi kunci ini jangan diungkapkan ke peserta. Cukup instruksikan: “Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang“. Biarkan para peserta berkreativitas sendiri.

Kemudian, ajak peserta untuk berdiskusi apa yang terjadi saat proses beradu panjang berlangsung, kenapa hal itu terjadi.

2. Percaya teman

Buatlah lingkaran-lingkaran kecil yang terdiri dari 5-6 orang. Dalam satu lingkaran ada satu orang berdiri di tengah lingkaran. Satu orang yang berdiri di tengah lingkaran tersebut menutup mata dan menyilangkan tangan di depan dada.

Kemudian, orang berdiri di tengah lingkaran menjatuhkan diri dengan mata tertutup dan tangan dilipat di depan dada ke arah manapun. Menjatuhkan diri dengan bebas dan tidak kaku. Cara menjatuhkan badan adalah kaki tetap tidak berpindah, namun badan yang jatuh.

Orang-orang yang berdiri mengelilinginya harus siap sedia menyangga tubuh orang yang jatuh ke arahnya. Lakukan bergantian. Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk berdiri di tengah lingkaran dan menjatuhkan diri secara bebas.

Permainan ini dijamin menghilangkan kejenuhan dan rasa ngantuk. Tapi yang paling penting dari permainan ini adalah membangun rasa kepercayaan satu sama lain bahwa kita semua bisa saling melindungi.

Fasilitator menanyakan pada semua peserta, apa yang dirasakan ketika menjatuhkan badan? Apakah ada perasaan takut atau sangat percaya dengan teman yang selalu siap melindungi?

3. Game Siapa Dia?

Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.

Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal: Teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.

Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.

Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’

4. Mencari Jodoh

Game “mencari jodoh’ pun sebetulnya termasuk dalam permainan ice breaker games yang sangat seru dan mengasyikkan. Berikut ini adalah penjelasannya yang bisa diterapkan untuk digunakan pada acara-acara yang Anda selenggarakan. Check this out.

Instruksi:

  • Bikin kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat.
  • Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas.
  • Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.
  • Bagikan kertas – kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri.
  • Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing-masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.
  • Minta peserta untuk mencari pasangannya masing-masing agar kalimat itu menjadi lengkap.
  • Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut.
  • Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.
  • Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah. Dan Anda sebagai instruktur ada di tengah sambil berdiri.
  • Jelaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya.
  • Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.

5. Memahat Patung

Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.

Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:

  • Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan.
  • Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.
  • Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misalnya, tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)
  • Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara).
  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat: Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri?
  • Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat, “Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain?”

Kemudian diskusikan bersama peserta, “Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain? Apakah anak-anak bisa? Apakah orang dewasa bisa? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini?”

6. Memasukan Spidol ke Botol

Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini:

  • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil.
  • Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing-masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
  • Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat.
  • Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan-pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah-tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil.
  • Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba-aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
  • Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.

Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta:

  • Mengapa mereka memilih pasangannya masing-masing?
  • Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
  • Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
  • Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
  • Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
  • Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
  • Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?

Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta: Bahwa untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka. Tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama. Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.

7. Sepatu Lapangan

Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.

Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:

  • Bagilah peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil (5-6 orang), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
  • Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit).
  • Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.
  • Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang-orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
  • Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan, “Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah? Apa yang tidak tepat.
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.