Pentingnya Memiliki Deposito di Perbankan

Sistem perbankan dalam suatu ekonomi analog diibaratkan sebagai jantung dalam struktur tubuh manusia. Sistem perbankan beserta modal yang disediakannya dapat disamakan dengan darah yang bersirkulasi di dalam tubuh. Selama darah tetap beredar, semua organ dalam tubuh akan tetap hidup dan sehat. Jika darah tidak cukup disuplai ke organ atau bagian tubuh mana pun, maka bagian itu akan kekurangan nutrisi dan oksigen dan akan menjadikannya tidak berguna.

Demikian pula jika keuangan tidak disediakan untuk sektor ekonomi apa pun, sektor yang terdampak akan menderita dan sektor itu pada akhirnya akan gagal. Namun, kemampuan untuk menyediakan pembiayaan yang relevan tergantung pada kemampuan bank untuk memobilisasi jumlah simpanan yang memadai dalam perekonomian dan sumber pendanaan asing lainnya salah satunya dengan menetapkan suku bunga deposito yang relevan untuk berbagai pihak.

Lembaga keuangan menyediakan sistem dimana penabung dapat menyimpan uang mereka dan peminjam dapat mengakses sumber daya tersebut. Proses di mana dana pemodal diubah oleh sektor perbankan menjadi modal produktif nyata adalah inti dari intermediasi keuangan. Bunga deposito ditetapkan dalam berbagai jenis transaksi guna menjaga agar perputaran modal bisa terus berjalan dan dapat menguntungkan oleh masing-masing pihak.

Bank memastikan transformasi dana simpanan yang dimobilisasi menjadi modal produktif secara efisien. Karena itu, mobilisasi simpanan merupakan langkah awal utama dalam proses intermediasi keuangan. Bank tidak bisa berfungsi tanpa simpanan dari penabung dalam perekonomian. Banyak negara berkembang menderita dari rendahnya tingkat tabungan domestik. Hal tersebut terutama diucapkan di negara-negara seperti Zimbabwe, di mana tidak ada mata uang domestik dan telah menggunakan sistem multimata uang.

Setoran domestik secara tradisional menyediakan sumber dana yang murah dan dapat diandalkan untuk pembangunan, yang merupakan nilai tinggi negara-negara berkembang, terutama ketika ekonomi kesulitan meningkatkan modal di pasar internasional. Studi di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa bank harus lebih banyak mendanai buku pinjaman mereka dengan simpanan nasabah untuk bertahan lebih kuat terhadap tekanan likuiditas dan berkontribusi pada stabilitas sistem perbankan. Ketika bank menggunakan lebih sedikit dana simpanan dan lebih mengandalkan pendanaan pasar terbuka, hal tersebut secara luas dapat dipandang negatif untuk stabilitas keuangan.

Pendanaan pasar mensyaratkan bahwa bank terus menerus menggulingkan tagihan dan masalah obligasi serta memperbarui pinjamannya dari lembaga keuangan lainnya. Secara umum, masalah obligasi tersebut akan ditawarkan kepada investor domestik dan asing. Sumber pendanaan ini secara umum terbukti kurang stabil dari pada simpanan nasabah, dan dengan demikian mengandalkan pendanaan pasar membuat posisi likuiditas bank lebih rentan terhadap guncangan eksternal.

Dalam upaya memobilisasi deposito masyarakat dalam suatu ekonomi, bank mengembangkan berbagai bentuk produk yang dapat dinikmati oleh klien. Produk simpanan yang paling penting adalah produk yang memudahkan klien mengubah sejumlah kecil uang menjadi berguna yang memungkinkan mereka untuk memperlancar konsumsi dan mengurangi dampak guncangan ekonomi.